BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Wednesday, January 20, 2010

i am beautiful no matter what they say.

Don't look at me

Every day is so wonderful
And suddenly it's hard to breathe
Now and then I get insecure
From all the pain, feel so ashamed

I am beautiful no matter what they say
Words can't bring me down
I am beautiful in every single way
Yes, words can't bring me down, oh no
So don't you bring me down today

To all your friends you're delirious
So consumed in all your doom
Tryin' hard to fill the emptiness, the piece is gone
Left the puzzle undone, ain't that the way it is?

'Cause you are beautiful no matter what they say
Words can't bring you down, oh no
You are beautiful in every single way
Yes, words can't bring you down, oh no
So don't you bring me down today

No matter what we do
No matter what we do
(No matter what we say)
No matter what we say
(We're the song that's outta tune)
(Full of beautiful mistakes)

(And everywhere we go)
And everywhere we go
(The sun will always shine)
The sun will always, always shine!
(But tomorrow we might awake on the other side)

'Cause we are beautiful no matter what they say
Yes, words won't bring us down, oh no
We are beautiful in every single way
Yes, words can't bring us down, oh no
So don't you bring me down today

Don't you bring me down today
Don't you bring me down today

[BEAUTIFUL by CHRISTINA AGUILERA]

gw setuju banget sama lirik dalam lagu ini.
seperti apapun rupa gw. gw tetep gw. tetep ciptaan Tuhan.
gw hanya diberi berkat lebih :)
emangnya ada apa ya dengan tubuh yg berisi ato gemuk?
salahkah kita?
toh kita sama2 manusia koq. ga ada sempurna. ya emang sih ini lagu ga ditujukan cuma buat orang2 gemuk.
menurut gw sih saling menghargai aja. biar damai ok? ^^
dari pengalaman gw sih, jangan karena kalian punya tubuh yang bagus malah justru seneng banget bikin down orang2 yg gemuk. karna kalian sendiri ga sempurna.


well, ada temen gw yang bilang, kalo yang penting itu jadi diri sendiri aja, nikmati aja hidup lo. hahahaha

setelah gw pikir-pikir, bener juga sih, kesiksa juga sih kalo pengen jadi kayak orang lain yang langsing2 itu. hahahaha

so, just be yourself and everything gonna be alright :)
you can do it, guys p(^.^)q

Sunday, January 17, 2010

KE CE WAA

yeah simple word but it means a lot to my friends and I.
kita bercanda-canda kemaren (16/01/2010) dengan kata KECEWA. ngikutin gaya sinden investigasi trans tv lolz.

karena banyak kekecewaan di hari itu. cuma untuk bercanda doank sih soalnya kita ini suka banget ketawa-ketawa bareng have fun bareng. ada gue sendiri, novi, vina, ety, pank pank, and aldi. kita kalo udah ngumpul pasti kerjaannya paling banyak tuh ketawa. ada aja yang diketawain dari hal kecil sampe hal-hal yang ga penting hahaha

kecewa 1 : pagi-pagi udah dibikin kecewa sama tindakan seseorang. but fortunately, i can forget and don't think about it anymore. (thanks God ^^)

kecewa 2 : ke kantin kampus, mau makan malah rame banget kantinnya ga ada tempat duduk.

kecewa 3 : plastik yang sangat gw butuhkan buat tempat sampah di kamar kost diambil lagi hahahah

kecewa 4 : karena gue kecewa, kita naek tangga darurat ampe lantai 4 hahahaha capek bukan main ditambah sambil ketawa-ketawa jadi kita lemes semua lol

kecewa 5 : masuk kelas telat dan dosennya sempet sensi awal-awal tapi kita bisa buktiin kalo kita bisa (weee hha)

kecewa 6 : pas pulang ternyata macet abis. naek angkot pun sia-sia, hanya buang waktu. so gue jalan sampe ke kost. fiiuuuh sekalian olah raga ^^

psst., sebelum pulang ada abang2 gitu mau jalan nyelip gue, eh malah dia yg hampir kepeleset hahahahaha makanya ati-ati bang, kalah body ente wkwkwkwkwk

tapi kecewa itu hanya becandaan doank koq ga sampe yg kecewa bener-bener. akan kita ganti jadi ketawa. yeaaah!

otak atik

setelah sekian lama ga ngeblog. akhirnya gue memutuskan untuk mengedit tampilan blog gue. sederhana aja sih biar ga terlalu ribet bacanya :)
so enjoy my blog world i wanna share you about my life.

Wednesday, December 16, 2009

Frank Jenner – Penginjil dari Jalan George

Frank Jenner – Penginjil dari Jalan George

JENNER DARI JALAN GEORGE

Kisah ini dimulai dari beberapa tahun lalu di sebuah Gereja Baptis di Bournermouth, Inggris. Pada suatu malam, seorang pastor, Dr. Francis Dixon meminta seorang pria bernama Peter untuk memberikan kesaksiannya.

Peter berdiri dan berkata, “Begini ceritanya bagaimana aku diselamatkan. Saya dulu seorang Angkatan Laut. Saya sedang berjalan di Jalan George di Sydney, Australia dan tiba-tiba, entah dari mana datang seorang pria dan berkata kepada saya, ‘permisi tuan, boleh saya bertanya sesuatu kepada anda? Saya harap ini tidak menyinggung anda, tapi jika anda meninggal hari ini, kira-kira dimana anda akan berada di alam kekekalan? Alkitab berkata, pilihannya cuma antara Surga atau Neraka. Bisa tolong anda pikirkan hal itu? Terima kasih, Tuhan memberkati anda!” Lalu pria itu pergi. Saya tidak pernah ditanyakan hal seperti itu sebelumnya – Saya tidak bisa melupakannya. Saya kembali ke Inggris dan bertemu dengan seseorang yang membawa saya kedalam sebuah pelayanan dan disitulah saya menjadi seorang Kristen.

Beberapa waktu kemudian, mereja mengadakan kebaktian pemuda di gereja yang sama di Bournemouth. Noel, salah seorang dari tim yang berkunjung membagi kesaksiannya. “Inilah ceritanya bagaimana saya mengenal Yesus Kristus. Saya dulu di Angkatan Laut dan kapal kami berlabuh di Sydney. Suatu malam, saya sedang berjalan di Jalan George dan tiba-tiba datang seorang pria. Dia berkata pada saya, “Anak muda, saya punya pertanyaan. Jika anda meninggal malam ini, kemana anda akan pergi? Apakah Surga atau Neraka? Jangan coba menghindar dari pertanyaan ini, pilihannya cuma salah satu”. Apa yang dia katakan mengganggu saya selama beberapa bulan, kemudian saya mencari seorang Kristen dan dia menolong saya, kemudian saya memberikan hidup saya kepada Kristus”. Waw. Orang baptis sangat menyukai kesaksian seperti itu!

Tapi Pastor Gereja Baptis dari Inggris ini menjadi bingung dan bertanya-tanya. Tak lama berselang, dia berkhotbah di Adelaide, Australia selatan, dia memutuskan untuk membagi kesaksian Peter dan Noel mengenai pertemuan terpisah mereka dengan seorang pria di Jalan George, tiba-tiba ada seorang pria melompat dan berkata “Saya juga salah satunya! Saya juga salah satunya! Saya menerima Kristus dengan cara yang sama oleh pria yang sama di Jalan George.

Kopral Murray Wilkes, dia sedang terburu-buru berjalan untuk naik kereta di Jalan George ketika dia mendengar suara dibelakangnya memanggil “Hei – Tunggu! Murray berhenti dan berbalik. Seorang asing berdiri didepannya dan bertanya “Prajurit, jika anda mati malam ini, kemana anda akan pergi? Apakah itu Surga atau Neraka?” “Saya harap ke Surga”, kata Murray. “Hanya berharap tidaklah cukup” kata si orang asing. “Anda tahu jawabannya!”

Pertanyaan si orang asing sangatlah menggelitik Murray dalam hidupnya. Walaupun dia punya kehidupan yang baik, pergi ke gereja, menikah tapi dia juga tahu kalau dia adalah seorang munafik dan belum pernah ditanyakan sebelumnya kepadanya pertanyaan mengenai tujuan kekalnya. Dua minggu kemudian, Murray berlutut di dalam barak militer dan memberikan hidupnya bagi Kristus.

Dr. Francis Dixon melanjutkan perjalanannya dan ketika berkhotbah di Perth, dia kembali membagi kesaksiannya. Setelah itu, seorang anak muda datang dan berkata bagaimana dia dulu di Angkatan Laut, mengunjungi Jalan George dan menjadi seorang Kristen setelah bertemu dengan seorang asing dengan pertanyaan yang memaksa itu.

Ketika Dr. Dixon akhirnya sampai di Sydney, dia sangat ingin mengetahui lebih banyak mengenai penginjil lokal ini, dan dia bertanya kepada seorang pekerja Kristen “Siapakah pria di Jalan George ini”, “Saya kenal baik dengan dia”,”Namanya Frank Jenner”.

Francis Dixon dibawa ke sebuah rumah kecil yang sederhana dan diperkenalkan dengan Frank Jenner. Sewaktu Francis menceritakan kisah tentang empat anak muda yang datang kepada Kristus melalui sebuah pertanyaan sederhana. Frank mulai mencucurkan airmata; “Saya belum pernah mendengar, bahwa orang yang saya ajak bicara, sampai sejauh itu bagi Tuhan”. Beberapa orang memutuskan ketika saya berbicara kepada mereka di Sabtu malam kesaksian dan mereka pulang ke rumah untuk sarapan di Minggu paginya (terkadang 30 orang ikut pulang bersama saya), tapi saya tidak tahu jika ada yang lebih dari itu.

Frank telah melakukan hal ini selama enambelas tahun dan ini adalah pertama kalinya dia mendengar hasil dari pekerjaanya yang kekal. Saya berkata bahwa dia benar-benar berkomitmen untuk menunjukkan penghargaan dan kasih kepada Yesus, melakukannya selama bertahun-tahun walaupun tidak pernah mendengar hasilnya.

Selama bertahun-tahun kemudian, Francis Dixon berkhotbah keliling dunia dan menceritakan kisah Frank Jenner dari waktu ke waktu.

Di Inggris – dalam sebuah pertemuan penginjilan dimana para pastor datang padanya dan berkata bahwa mereka “ditahan” oleh seorang asing dengan pertanyaan yang mengejutkan.

Di India – dalam sebuah pertemuan penginjilan dimana seorang pria India datang ke Sydney dan ditantang dengan pertanyaan Frank. Dia menerima Kristus dan akhirnya ikut dalam pelayanan Kristen.

Di Jamaika – dalam pertemuan penginjilan ada sepasang penginjil menyerahkan diri kepada Yesus setelah kesaksian Frank Jenner.

Di Amerika – dalam sebuah konferensi pendeta angkatan laut, dia bercerita mengenai seorang pria di Jalan George dan saksinya. Seorang pendeta berdiri dan juga bercerita kalau dia menyerahkan dirinya kepada Kristus sebagai hasil dari pertanyaan Frank Jenner.

Rasanya mustahil mengetahui bagaimana banyak jiwa disentuh dengan pelayanan secara langsung seperti itu, tapi boleh dikatakan bahwa warisan Frank Jenner apabila diukur lebih abadi dibanding penyampaian dengan angka sederhana.

Frank menghitung perjalanan imannya dengan setiap jiwa yang disentuhnya secara luar biasa. “Sebelum saya mengenal Yesus” katanya, “Saya hidup dalam kehidupan liar sebagai seorang pelaut dan kecanduan judi. Lalu, di tahun 1937, saya bertemu Juruselamat saya untuk pertama kalinya dan hidup saya diubahkan – kecanduan judi hilang untuk selamanya. Sebagai penghargaan atas kesempatan kedua yang diberikan kepadanya, dia bernazar untuk melayani Tuhan dengan seluruh kemampuannya. Dia berkata,”Setiap hari saya menargetkan untuk berbicara kepada 10 orang mengenai Yesus dan saya terus melakukannya selama 28 tahun sampai penyakit Parkinson ini menggerogotiku. Dalam masa perang atau damai, masa yang baik dan buruk, saya melanjutkan dengan pekerjaan yang telah saya janjikan”. Diperkirakan selama beberapa tahun Frank telah berbicara kepada seratus ribuan orang. Sebenarnya, lebih banyak orang dari kebanyakan pastor telah berbicara dalam hidupnya.

Di tahun-tahun terakhir, kesehatan Frank menurun dan di hari-hari terakhirnya dia berdoa, “Tuhan, tolong ambil saya pulang di hari Minggu malam”. Permintaannya dikabulkan. Dia meninggal 15 menit menuju tengah malam di akhir Minggu malam. Di pagi harinya, sinar matahari bersinar melalui jendela yang terbuka; menyinari alkitab tercintanya dan sebuah mawar diatasnya.

Tidak ada seorangpun kecuali sebuah kelompok kecil Kristen di Sydney yang mengenal Frank Jenner, tapi saya beritahu anda, namanya terkenal di Surga. Surga mengenal dia, dan anda dapat membayangkan penyambutan seperti apa yang akan dia terima ketika dia pulang dalam kemuliaan.

Yesus berfirman,”Jika kamu mengakui Aku dihadapan manusia, maka Aku akan mengaku kamu dihadapan BapaKu di surga”. Secara pribadi, saya rasa Yesus mengakui nama Frank secara sering dihadapan BapaNya di Surga (dan secara kebalikan Yesus juga berfirman,” Jika kamu tidak mengakui Aku dihadapan manusia, Aku tidak akan mengakui kamu di hadapan BapaKu di Surga.”)

Sebenarnya, itulah yang terbaik agar kita lebih dikenal – di Surga, oleh Bapa Surgawimu, daripada dikenal di dunia, karena disanalah upah kita juga.

Secara pribadi, saya rasa tidak mungkin wajah Frank Jenner akan dipublikasikan di halaman depan majalah Kristen terkenal atau kisahnya diceritakan dalam lebih dari satu paragraph dalam sebuah majalah Kristen, tapi Tuhan telah memastikan bahwa kisahnya telah diceritakan untuk menghormati pria ini yang sangat menghormati Yesus.

Tuhan memberkati dan memberi kuasa agar anda menjadi saksi yang berani bagi Yesus Kristus.

http://www.personaltract.com

http://www.spiritlessons.com/Documents/Frank_Jenner/Indonesian_Jenner_Dari_Jalan_George.htm

Thursday, November 12, 2009

temen gue baru buka online shopping

coba deh di cek di Facebook yang namanya Lemon Shop
email : lemon_shops@yahoo.com

berkunjung ke lapak dia yah hehehe
barangnya lucu-lucu, tergolong murah juga koq ^^
happy shopping :)

God Bless You


ternyata mereka ngalamin hal yang sama

wah wah. barusan temen gw baca blog gue soal temen gue yang ga modal banget.
dan ternyata, dia pun mengalami hal yang sama kayak gue.
korban nya si tukang minta ini banyak juga yah.

jangan-jangan satu kelas anak-anak cewenya udah pada pernah dimintain juga lagi. cape deh

Wednesday, October 14, 2009

grammar oh grammar

ahh susah banget mata kuliah satu ini.
besok quiz ada 8 TENSES..
oh my God!
T.T

gue bingung ngeletakin tensesnya.
kalimatnya ngejebak.
mana dapet dosen yang rada-rada ga rebes lagi.
pengen nangis rasanya T.T

help me........
hopeless with grammar....